03 There was a time when I thought that “Appraisal” was a cheat skill – Kumo Desu ga, Nani ka?

Now Reading
03 There was a time when I thought that “Appraisal” was a cheat skill – Kumo Desu ga, Nani ka?

3. Pernah ada waktu dimana aku kira “Appraisal” adalah skill cheat

Gue adalah laba-laba.
Aku masih tak bernama.

Apa yang tiba-tiba kukatakan?
Aku hanya ingin mengatakannya karena Aku tak punya nama.
Apa yang Aku maksud?
Untuk menjelaskannya, Aku harus melihat kembali apa yang sudah terjadi.

Aku tercengang setelah meyakinkan ukuran badanku.
Yaa, bukannya normal?
Aku sudah shock bahwa Aku lahir sebagai laba-laba, terlebih lagi, Aku adalah seekor monster.
Payah nih.
Orang biasa pasti akan putus asa dan sudah bunuh diri.
Yaa, Aku belum berpikir untuk mau mati.

Tapi Aku tidak bisa tetap merasa murung.
Kalau disini bukan Bumi dan ini adalah dunia lain, maka Aku tidak tahu seberapa bahaya dunia ini.
Tidak ada jaminan bahwa tidak ada monster selain laba-laba raksasa itu.

Laba-laba raksasa itu mungkin sekitar 30 meter panjangnya berdasarkan ukuran badanku.

Apa bisa seseorang mengalahkan makhluk itu?
Aku berdoa kepada pemilik jejak kaki tadi untuk tidak bertemu dengan laba-laba raksasa itu.
Tetapi, lain kata kalau mereka memiliki senjata api.
Ditambah lagi, ada kemungkinan dimana sihir ada di dunia ini.
Kalau begitu, sampai mana mereka bisa menghadapi laba-laba raksasa itu?
Aku tidak tahu.
Tapi laba-laba itu sungguh keliatan seperti lawan yang tangguh seperti musuh tipe Boss.
Atau bahkan, kalau Aku salah, Aku pasti akan mati.

Belum lama tadi, Aku kira orang-orang itu akan melawan laba-laba raksasa tadi tapi bukannya bagus kalau begitu?
Lagipula, mungkin Aku adalah anak dari laba-laba raksasa itu.
Aku bayi seekor monster.
Ah, un.
Sekarang bukan waktunya untuk bercanda.
Kalau seseorang bertemu denganku, bukannya jelas aku akan dibunuh?

Mungkin saja.
Atau bahkan, Kemungkinan terbunuhnya tinggi.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Meskipun Aku ingin informasi tentang manusia, Aku akan dibunuh jika Aku ditemukan.

Un.
Ini buruk.
Lebih sedikit informasi, lebih banyak Aku tidak mengerti.
Dunia macam apa ini?
Orang macam apa yang hidup di dunia ini?
Bagaimana mereka memperlakukan monster sepertiku di dunia ini?

Ada banyak yang ingin Aku ketahui tapi Aku tidak ada cara untuk mengetahuinya.
Ah, kalau ini adalah sebuah novel maka harusnya ada Skill “Appraisal” untuk Aku mengumpulkan informasi. (TL: wow)

《 Saat ini kamu punya 100 skill point.
Skill 『Appraisal LV1』 bisa didapatkan dengan mengeluarkan 100 skill point.
Apa kamu mau mendapatkannya?》

…. Beneran?
Tiba-tiba, Aku mendengar suara didalam kepalaku yang terdengar seperti mesin.
Oh, gitu.
Ada.
Ada skill “Appraisal”.
Yooi! (TL Note: Sound effect seneng)
Aku sangat bersemangat!
Entah bagaimana ini menjadi seperti reinkarnasi dunia lain saja!
Jawabanku sudah jelas adalah IYA!

《 『Appraisal LV1』 didapatkan. skill point tersisa 0 》

Meskipun Aku menggunakan semua skill pointku, point seperti itu pastinya akan bertambah saat Aku naik level jadi tidak perlu khawatir tentang itu.
By. The. Way!
Aku harus mengecheck skill “Appraisal”ku dengan memeriksa banyak hal!

…. Gimana cara makenya?
Yaa, untuk sekarang, Aku harus coba fokus ke batu saat mengucapkan “Appraisal” di pikiranku.
Mmmmm!
Aku rasa ini bekerja!
Informasi mengalir dengan cepan ke kepalaku.

『 Batu 』

…….Hmm?
Huh?
Cuman itu?
Tidak tidak tidak,
Kamu gak serius kan?
Aku mungkin gagal untuk pertamanya.
Ayo coba lagi.

『 Batu 』

……..Eh?
Jangan bilang, cuman itu?
Enggak gak gak gak.
Tentu saja, batu ini tidak ada nilai informasi padanya. Oleh karena itu, Aku yakin itu hanya batu biasa.
Sekarang, Aku akan coba memeriksa di dinding.
Dengan kemungkinan, Aku bisa tahu tempat macam apa ini.
Aku akan merasa lega kalau ada nama dan penjelasan tentang gua ini setelah memeriksanya.

『 Tembok 』

……..
Aku hanya akan diam kali ini.

『 Appraisal LV1 』. Dengan sengajanya memasang LV. Sepertinya Aku harus memikirkannya sedikit lebih serius.
Dengan kata lain, skillnya tidak punya banyak effek di LV1.
Meskipun begitu, Aku mau menaikan LVnya, aku tidak punya skill point untuk digunakan.

Uwaaaa!
Dia telah membuang-buang semua skill pointku!
Aku tidak tahu skill macam apa yang ada selain “Appraisal” tapi pasti ada skill yang jauh lebih berguna meskipun di LV1!

Jangan, Aku harus berpikir sebaliknya.
Kalau “Appraisal” dalam kondisi seperti ini, maka skill lain pasti memiliki effek yang tak berguna di LV1 juga.
Mari berpikir seperti itu.
Kalau tidak, Aku tidak bisa melanjutkan ini.

Haaa.
Nai waa.
Karena sedang itu, haruskah aku memeriksa diriku?

『 Laba-laba
Tidak bernama』

Hmm?
Udah diduga laba-laba akan muncul setelah memeriksa tapi.. tidak bernama?

Itu menyimpulkan semuanya dan sekarang kembali ke awal.
Tidak bernama.
Yaa, Aku punya nama di kehidupan sebelumnya jadi apa maksudnya diriku sekarang sebagai laba-laba tidak memiliki sebuah nama?

Untuk sementara ini, Aku akan menyingkirkan skill “Appraisal” tak berguna ini.
Atau bahkan, Aku harus bilang bahwa jadi lebih ribet karena skill “Appraisal” ini.

Skill point.
Aku mungkin bisa mendapatkan skill baru kalau aku menabung beberapa poin.
Tapi aku tidak tahu bagaimana cara memperoleh poinnya.
Kalau dunia ini menggunakan konsep LV, maka aku harusnya bisa memperoleh beberapa poin dengan naik LV.
“Kalau” seperti itu.

Dunia ini seperti game punya LV, skill dan poin.
Bukannya tak apa-apa seperti ini?
Terlebih, Aku hanyalah seekor monster laba-laba.
Aku tidak mungkin bisa hidup bahagia. Ah. Dariawal, Aku hanyalah seekor laba-laba. Aku mungkin akan hidup seperti laba-laba (蜘蛛生) daripada hidup seperti manusia ( 人生 ).
Lagipula, di dunia seperti game ini, terlahir sebagai laba-laba, Aku mengisi hidup ini sepnuhnya sebagai laba-laba di dunia seperti ini sama seperti main game.

Untuk sementara waktu, Aku lapar.

What's your reaction?
Thumbs
0%
Happy
0%
Cool
0%
Sad
0%
Angry
0%
About The Author
rhid