95 Kemenangan Mutlak

Now Reading
95 Kemenangan Mutlak

Di dalam ruang yang dipercepat 1 juta kali, kita saling berhadapan
Itu adalah, ruangan yang dibuat oleh Raphael, yang membawa Hinata juga ke ruangan ini
Itu berhasil berhubungan dengan kesadaran Hinata, yang mana tak bisa aku prediksikan
Yah, mengapa aku harus melakukan hal semacam itu juga sih?
Jawabannya adalah Shizu san

Ini adalah permintaanku. Ke kemampuan Rimuru, raja kebijaksanaan Raphael

Shizu san mengatakan itu, sambil tersenyum ramah
Izawa Shizue yang kulihat dengan Hinata ini tidaklah nyata
Itu adalah sisa jiwa orang itu. Pecahan dari ingatannya
Saat aku menyerapnya, jiwanya juga aku ambil. Berkat evolusi dari Raphael, sepertinya analisa jiwanya sudah sukses
Benarkah….
Sejak dia masih jadi great sage, dia melakukan ini semua dengan diam diam dibelakangku? Orang ini….
Bukankah otak semua kejadian ini adalah Raphael-san? Aku pikir begitu, tapi itu juga mungkin salah
Didalam ruang ini, Hinata dipeluk dengan Shizu san
Kau sudah berusaha dengan baik, Shizu dan memuji Hinata
Hinata yang kejam itu sekarang seperti anak kecil. Melihat itu aku merasakan perasaan yang aneh
Lalu, tangan Shizu san mengambil serangga aneh dari kepala Hinata, dan membakarnya dengan apinya
Itu adalah, Kristal kutukan yang mengekang pikiran Hinata

[Tunggu, hey! Raphael. Aku juga bertemu dengan Yukki, apakah aku juga terkena pengekang pikiran?]

Meskipun aku tak merasakannya, aku bertanya untuk memastikannya
Raphael ini mungkin melakukan sesuatu tanpa permisiku, tapi orang ini bukanlah orang yang ceroboh

((Pemberitahuan. Master tak ada dalam pengaruh pengekang ingatan. Bagaimanapun juga, bekas dari itu ditemukan. Karena kemampuan ini sudah berevolusi, efeknya sudah menghilang sekarang))

Laporan itu disampaikan oleh Raphael dengan entengnya
Orang ini, jika ada bekasnya, lalu kemungkinan kalau Yuuki adalah otak dari semua ini semakin tinggi
Meskipun aku tak meragukannya sebesar itu! Orang ini, benarkah….
Oh yah, mungkin untuk mendapatkan bukti yang nyata, itu diperlukan untuk membuat kembali jiwa Shizu san
Orang ini terlalu perfeksionis, itu tak mau melapor padaku, jika informasinya tak 100% benar
Karena analisaku tak sempurna, itu akan menyulitkanku, jika dia melaporkan hal yang sepele 1 demi 1
Seperti mengetahui niatanku, aku tak bisa protes apapun
Lalu, waktu berlalu
Hinata menaikkan kepalanya, apakah dia sudah tenang?
Ekspresinya tenang, ketegangannya sudha menghilang
Mungkin dia sebenarnya adalah anak yang baik, tapi dia mendapatkan sifat kejam dan brutalnya untuk bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini
Jika kau memikirkan itu, apakah ini yang disesalkan oleh Shizu san?
Mungkin untuk alasan ini, Raphael san membuat kembali jiwa Shizu san, mungkin itu juga agar dia bisa bertukar informasi dengannya

Hinata, maafkan aku sudah mengabaikanmu. Tolong hiduplah dengan kuat, kepercayaan itu penting, tapi jangan salah melihat kenyataan ataupun lawan
[Sensei….tapi, meskipun sekarang saja, aku masih bingung. Aku percaya kalau kondisi di Ruberion itu tidaklah salah] Hinata…yang mana yang benar? Yang mana yang salah? Memutuskannya dengan 1 sisi saja itu tak baik. Lebih lueslah, ok?

Shizu san menceramahinya dengan lembut
Dia masih ingin berbicara lagi. Wanita ini, meskipun dia itu pintar dia keras kepala
Dia tak mau mendengarkan kata kataku, tapi ada tanda kalau saat dia sedang fleksibel
Tapi seperti yang kuharapkan, dia masih tak mau mendengarkanku….

[Aku mengerti. Sekali lagi, aku akan memulainya dari ulang lagi. Melihat mata itu lagi, dan setelah aku memutuskannya dengan hatiku sendiri]

Hinata mengangguk dengan jujurnya
Oi….apakah karena dia disuruh Shizu san dia jadi senurut ini? Atau, karena dia sudah terlepas dari pengekang ingatan itu jadi dia bisa jadi penurut?
Itu karena pengekang ingatan. Yah, tak salah lagi
Karena, itu bukan berarti aku mengharapkan sesuatu saat menghadapi Hinata yang kolot itu
Itu berarti, yang jahat adalah Yuuki
Apakah ada kemungkinan kalau orang itu juga dimanipulasi….?
Bisakah Raphael memberikanku jawaban soal ini?

[Oi, aku mengerti kalau Kagurazaka Yuuki adalah otak semua ini. Tapi, untuk konfirmasinya…. Apakah ada kemungkinan juga kalau Yuuki itu dimanipulasi?apakah tepatnya, dengan raja sihir (Curse Lord) Kazaream!]

Aku mempertanyakan ini pada awalnya
Jika aku tak mempertanyakannya sekarang, masalah utamanya tak akan ketahuan

[Yuuki dimanipulasi oleh Kazaream, bagaimana bisa? Bukankah mantan demon lord itu sudah dibunuh oleh demon lord Leon kan? Bagaimana bisa bisa masih hidup?] [Nn? Ah! Sebelum ini, anak buahnya yang bernama Clayman itu mengatakan kalau dia itu masih hidup. Dia berkata kalau tubuh spiritualnya sudah hidup lagi. Karena dia mendapatkan detailnya dari manusia, aku pikir dia sedang merasuki manusia] [Dia masih hidup? Dan, dia ada ditempat dimana bisa mengumpulkan informasi dengan mudahnya. Pada dasarnya, untuk melakukan pengekangan ingatakan padaku, itu tak berarti Yuuki bisa melakukan itu saat kau baru saja datang di dunia ini. Diatas semua itu, niatan atau tujuannya masih belum diketahui. Tapi, jika kau bilang kalau Kazaream itu otak semua ini…] [Nn? Apa kau tahu sesuatu?]

Pada pertanyaanku, Hinata hanya menjawabnya dengan diam
Orang ini masih saja tak mau jujur denganku
Oh yah. Bukannya aku berharap juga sih pada jawaban Hinata

[Jawab aku, Raphael]

Pada pertanyaanku, aku senang kalau aku dijawab
Tubuh spiritual tak bisa menggunakan kekuatannya dengan optimal. Untuk tambahannya, ada kemungkinan kalau orang yang merasuki itu bisa berpindah ke tubuh lain
Atau, ada kemungkinan entah bagaimana, menggunakan perlindungan dari tubuh spiritual, jiwanya tidak menghilang, Kazaream yang kesana kemasi itu mungkin bergabung dengan Yuuki saat datang di dunia ini
Meskipun kemungkinan yang sebelumnya itu lebih tinggi, komunikasinya dengan Clayman itu terlalu lama. Seperti yang Clayman katakan, hubungannya diterima sekitar 10 tahun yang lalu, sampai sekarang pergerakannya masih saja jadi misteri
Ini adalah masalahnya
Kemungkinannya terlalu rendah, itu adalah sesuatu yang tak bisa dibayangkan, tapi…
Ada orang mati yang bisa bereinkarnasi menjadi slime, jadi itu tak bisa dibilang mustahil
Eh? Bukankah itu soal diriku sendiri?! Aku mentsukkomi diriku sendiri
Jika tak ada yang bisa memastikannya, apakah memang benar kalau kepribadian Yuuki itu masih ada atau tidak
Bagaimanapun juga, itu juga menunjukkan kemungkinan kalau kepribadian Yuuki mungkin saja sudah dimakan atau sudah didominasi oleh Kazaream
Raphael menunjukkan bermacam kemungkinan, tapi itu tak ia katakan karena tak ada buktinya
Karena itu adalah kebiasaan perfeksionis untuk memikirkan keuntungan dan kerugiannya

[Ngomong ngomong, sudah dipastikan, Yuuki adalah lawan yang berbahaya. Karena itu, kita harus berhati hati]

Jadi aku menambahkan

Bagaimanapun juga, anak itu sepertinya adalah anak yang baik dan normal. Tak ada perasaan yang aneh. Itulah mengapa aku khawatir padanya, Hinata. Kau tak boleh dekat dekat dengan Yuuki. Aku punya firasat buruk….selamat tinggal Hinata. Tolong hiduplah dan bahagialah

Shizu san mengatakannya di akhir, lalu dia menghilang dari pandangan Hinata dan aku
Dia akhirnya bisa memberitahu Hinata, apa yang dia sudah khawatirkan, apa yang dia sesalkan saat dia menghilang
Setelah Shizu san menghilang, Hinata terus berdoa ke arah itu. Penampilan itu, aku akan selalu mengingatnya.
Lalu….

((Pemberitahuan. Tujuan sudah tercapai. Sekarang melepaskan pengekang pikiran))

Setelah ia mengatakan itu, aku merasa seperti terselimuti cahaya terang

Rimuru, terima kasih soal Hinata. Seperti yang kuharapkan, kau adalah orang yang baik… tempat ini sangatlah nyaman….

Aku mendengar suara Shizu san
Apakah itu hanya imajinasiku saja? Apakah itu ilusi? Bagaimanapun juga, kekhawatiran Shizu san sudah menghilang sepenuhnya
Sambil tersenyum ramah, dia hormat padaku

**************************************************************************
Aku membuka mataku setelah menerima sinyal dari Raphael
Waktu yang sudah dipercepat 1 juta kali itu kembali normal, dan hubungan kami dilepaskan
Daerah sekitar dikelilingi lagi oleh bau medan perang dan kita sedang saling tatap di pose kami tadi
Di waktu yang sekarang, ½ jam kita sudah bertarung
Meskipun aku merasa kalau pertarungan kita itu sudah sangat lama, apakah pertarunganku ini hanya berlangsung 3o menit yang lalu?
Meskipun aku merasa sudah beberapa hari berlalu, itu terasa tak pernah terjadi saja

[Kalau begitu, haruskah kita melanjutkannya?]

Seperti tak ada sesuatu yang terjadi, Hinata mengeluarkan pedangnya
Eh, tunggu sebentar

[Hey! Tadi aku unggul darimu, lalu aku berhenti! Jadi, mengapa kau menghiraukannya!] [Aku tak mengerti. Bukankah itu normal dipertarungan akan berakhir jika seseorang sudah terkena serangan terakhir?] [Ku….si bajingan ini….] [Disamping itu, setelah anak buahku semuanya jadi seperti itu, aku tak bisa mundur dengan damai kan?]

Apa yang dia katakan?
Jadi aku memikirkannya, dan melihat ke sekitar….

[Tak mungkin, itu sudah tak mungkin. Lakukan sesukamu, kau monster sialan!] [Kufufu. Itu lebih menyenangkan daripada yang kubanyangkan. Mari kita istirahat sejenak] [Apanya yang istirahat?! Terserahlah! Sialan!] [Kufufufu. Oh saying, jangan mengatakan itu!]

Itu adalah percakapan antara Diablo dan ksatria suci

[Pergilah! Kau merepotkan] [Aa, Souei sama……jahat!]

Untuk beberapa alasan, onee san berambut merah itu bersandar dengan menggodanya ke Souei
Bagaimana ya mengatakannya, apa yang kau lakukan tadi? Kemarahanku mau muncul lho?

[Maafkan aku Rimuru sama. Aku menyiksanya, tapi sepertinya aku membuat kesalahan. Entah bagaimana dia malah menjadi seperti ini….]

Souel meminta maaf sambil mendorong ksatria suci itu sambil kesulitan
Meskipun aku bingung siksan apa yang dia berikan, aku lebih khawatir dengan siksaan yang bisa mengakibatkan reaksi seperti itu
Aku tak mengerti apa yang sudah terjadi

[Kau, menyingkirlah dari Souei sama!]

Souka berteriak dengan kerasnya
Tapi suaranya tak cocok dengan keletihannya. Dia sepertinya tak bisa berdiri
Jika kau melihat sekitar, Gabil dan skuad shadow Souei kecapekan seperti mau pingsan saja
Disamping mereka ada Hakurou yang menghela nafas panjang

[Kalian semua, akan kupanggang dan akan kudidik lagi kalian]

Jadi dia menggerutu. Seperti itu adalah serangan pamungkas, Gobuta dan lainnya tiba tiba pingsan
Disamping Gobuta dan lainnya, para ksatria suci juga bergelimpangan tak berdaya. Itu sepertinya pertarungan hebat baru saja dilakukan disana
Tapi sepertinya pertarungan mereka tak memuaskan Hakurou, bukankah mereka berusaha keras melawan ksatria suci?

[Aku ditipu ssu. Lawanku adalah yang terkuat, sangat jahat ssu!] [Berakhir melawan hobgoblin….itu? aku juga tak ada dalam posisi yang bagus….] [Tak mungkin…. Aku sudah berusaha keras! Jadi mengapa!?]

Bersamaan, mereka menggerutukan sesuatu. Oh yah, aku tak bisa mengatakan sesuatu selain simpati saja sih
Yah, ini masih tak masalah, meskipun aku tak paham dengan apa yang terjadi dengan lawan Souei, aku hanya membiarkannya saja
Tapi lalu melihat kejadian mengerikan yang terjadi pada lawan Ranga dan Shion, aku pikir mereka sudah menjadi mainan baru Shion dan Ranga
Melihatnya sekilas, didepan Ranga ada 8 orang yang sedang mengompol
Ranga membawa mereka dengan mulutnya, sambil mengayunkan ekornya dengan semangatnya

[Tuanku! Orang orang ini adalah cara terbaik untuk mengecek kondisiku setelah evolusiku]

Ranga mengatakannya dengan senangnya
Meskipun aku melarangnya untuk berlebihan…. Yah, setidaknya dia tak membunuh mereka

[O, ou. Bagus untukmu…] [Ay! Bisakah aku bermain lagi?] [Tidak, tolong hentikan. Orang orang itu sudah terlalu capek….] [Apakah begitu? Aku mengerti]

Apakah dia masih belum puas? Ekornya merunduk tapi…
Apakah mereka senang karena kata kataku? Aku pikir aku mendengar kata kata lega dari orang orang di kaki Ranga
Yup, itu adalah suara mereka, baguslah
Jika Ranga bermain lagi dengan mereka, mereka pasti akan mati
Jujur saja, syukur mereka bisa selamat! Wajah mereka, dengan mata bersyukurnya, menatapku….
Apakah tak masalah para ksatria suci melakukan itu? Aku sedikit khawatir, tapi mau bagaimana lagi, karena lawan mereka adalah Ranga
Masalah utamanya adalah kondisi lawan Shion
Mengapa? Mengapa seluruh tangan dan kaki mereka tak ada dan mereka sedang menggeliat di tanah?
Aku percaya wajah murung Shion itu menandakan bencana. Itu memang benar

[… oi. Shion. Apa yang kau lakukan ke orang orang itu?] [Ay! Untuk kekhawatiranmu, terima kasih banyak! Benda benda ini, karena mereka berani melawan Rimuru sama, aku menghukum mereka sedikit]

Aku tak memujimu! Kau idiot
Meskipun Shion menjawabnya dengan bangga, tapi…
Tak peduli kau melihatnya, itu terlalu. Dari awal, selain para anak buahku, aku tak peduli pada lawan atau pada sampah yang seperti itu

[Oi…. Meskipun aku mengatakan kau perlu melakukan yang terbaik, bagaimana kau melihatnya, kau berlebihan kau tahu! Jangan bunuh mereka! Bukankah aku bilang begitu?] [Tak masalah. Semuanya masih sehat walafiat]

Tidak tidak!
Meskipun jika mereka masih hidup, mereka tak sehat walafiat. Bukankah orang orang yang kehilangan kaki dan tangannya ini pandangannya kosong?!
Terlebih lagi, karena mereka melindungi orang orang, jika mereka kekurangan tangan dan kaki, bagaimana mereka bisa bertarung melawan monster?
Dia tak mengerti apa maksudku, orang ini….

[Shion, sepertinya hanya kau yang tak mematuhi perintahku. Jika kau tak punya penjelasan…]

Saat aku mulai berbicara

[Oops! Aku lupa! Kalian semua, senanglah dan berterima kasihlah kepada Rimuru sama!]

Dengan kata kata itu, dia langsung mengumpulkan para ksatria yang menggeliat itu dengan cepat
Dan setelah dia menyiramkan obatnya
Didepanku, kaki dan tangan para ksatria itu kembali tumbuh
Meskipun aku tak mengerti kemampuannya, dia mendapatkan kemampuan yang mengerikan, Shion itu (TLN: Siapa bilang skill cook itu tak berguna -_-)
Apakah dia memanipulasi hukum alam? Dengan skill yang berbahaya itu yang bangkit dia gadis pembawa masalah ini
Aku tak bisa berhenti bersimpati dengan lawannya
Para ksatria suci yang kaki dan tangannya kembali lagi itu, sekarang sedang berpelukan senang
Kesenangan mereka itu karena mereka tak menjadi orang cacat, itu bisa dimengerti karena mereka sudah melakukan latihan yang berat selama bertahun tahun
Yah, itu karena amukan Shion, mulai sekarang, aku akan memberikan perhatian lebih padanya
Yah, selama keselamatan mereka terjamin, aku tak masalah
Bagaimanapun juga, yah terserahlah….
Soal Hinata, apakah itu karena dia melihat kondisi menyedihkan anak buahnya?
Kau memanen apa yang kau tanam, tapi itu hanya alasan saja
Mau bagaimana lagi. Untuk membenarkan semua ini, jadi mari jadi lawan lagi saja kah?

[Aku mengerti. Mau bagaimana lagi, aku akan menjadi lawanmu. Bagaimanapun juga, tak ada dendam yah! Bisakah kau berjanji kalau kau kalah dengan adil, kau tak akan mengusik negara ini lagi?] [… aku mengerti. Mari berjanji, dan pertarungan kita ini yang terakhir!]

Aku percaya padamu, Hinata
Tak seperti sebelumnya, keraguan di mata Hinata sudah menghilang.
Itu juga tak seperti dia membalas dendam soal perlakuan yang diterima oleh para anak buahnya, mungkin dia sudah mendengarkan kata kataku sebelumnya
Baguslah. Kau tak bisa keras kepala setiap saat
Kalau begitu, ini adalah pertarungan yang terakhir
Sambil memegang pedang kami masing masing, kami mengurangi jarak antara kami
Semuanya, termasuk para ksatria, melihat kami dengan seksama
Apa itu keadilan, kata kata itu tak penting
Pada akhirnya, meskipun kekerasan itu merepotkan, itu mudah dimengerti
Untuk mempertaruhkan kepercayaan mereka, pertarungan antara kedua orang itu dimulai lagi

**************************************
Bagaimanapun juga
Jujur saja, tak mungkin aku bisa kalah
Karena, ada future attack prediction
Meskipun atribut suci bisa menembus pertahanan Uriel, aku sudah memiliki mata yang bisa melihat garis pedang
Memiliki itu, aku tak boleh ceroboh
Di mataku, future attack prediction membuat sinar dari semua garis dari serangannya
Nnnn?
Kaget. Apa artinya ini? Untukku, yang memiliki pemikiran itu

((Pembertiahuan. Individual. Sakaguchi Hinata berkembang. Dia sepertinya memiliki Telur Pahlawan. Karena alasan ini, dia menjadi keberadaan diatas logika, dan karena ini, dia sepertinya mendapatkan ketahanan akan kemampuan dari prediksi serangan))

Dengan kata lain, aku harus menghindarinya dengan kekuatanku sendiri?
Mengapa ini bisa terjadi! Bukankah aku unggul tadi?
Untuk bisa tumbuh di tengah pertarungan, meskipun itu luar biasa, terjadi di waktu seperti ini itu berlebihan!
Sialan, apa apaan ini! Benarkah,
Bahkan Beelzebub saja menghilang di pertarungan yang terakhir…
Sambil memikirkan ini, aku dengan putus asanya menahan pedang Hinata
Meskipun dia sudah memiliki telur pahlawan, dia sepertinya tak langsung bertambah kuat
Itu menyenangkan. Karena aku masih perlu untuk mengalahkannya
Bagaimanapun juga, aku tak bisa menang menghindar saja. Ada sesuatu yang perlu untuk kulakukan…
Untukku yang kebingungan

((Pemberitahuan. Tak ada masalah. Membangkitkan Beelzebub kembali itu dimungkinkan))

Huh? Bukankah itu sudah dimusnahkan….

((Pemberitahuan. Meskipun itu sudah musnah, dimungkinkan untuk membangkitkannya kembali, tak ada masalah))

Apa yang kau kataka! Bukankah kau mengatakannya sejak dulu!
Bukankah begitu?
Aku sekarang dalam keadaan senang dan terganggu, Raphael menjatuhkan bom lagi

((Pembertitahuan. Haruskah absolute defense Uriel diaktifkan? [Ya][Tidak]))

Hey! Mengapa tidak kau aktifkan dari tadi saja?
Pada pertanyaanku, Raphael menjawabnya, aku hampir saja ada di batas kekagetanku
Ngomong ngomong

((Solusi. Atribut suci bisa menembus absolut Defense Uriel. Jadi, tak ada guna untuk mengaktifkannya))

Dll, dia mengumumkannya
Perfeksionis itu ada batasnya
Dalam pertarunganku dengan Hinata sebelumnya, itu berkata kalau serangan suci itu tak mungkin untuk diprediksi
Menurut analisa Raphael, serangan itu bisa menembus Uriel karena memiliki roh dan keberadaan kegelapan. Itu karena Uriel hanya menahan serangan sihir
Raphael hanya memberikan prediksi acak, jadi untuk menprediksikannya dengan tepat itu mustahil
Jadi mengapa Raphael mengatakan ini dengan percaya dirinya?
Dengan kata lain, itu berarti Raphael memiliki cara sempurna untuk menahan serangan Hinata kan?

((Solusi. Tadi, data dari melt slash yang sudah diterima oleh Beelzebub sudah dikumpulkan. Hasilnya, teknik pedang suci, melt slash sudah didapatkan, dengan ini, meskipun tak sudah memprediksikannya, sekarang kau bisa mengerti hukum dari pergerakan roh))

Hmm…..
Nn? Tunggu sebentar, tuuuuuuunggu sebentar
Eh? Apakah ini berarti, meskipun aku menerima serangan dari Hinata tadi, aku tak akan terluka?

((……..))

Oi! Kau mengabaikanku kan? Bajingan ini…..
Jadi ini berarti, tak menjawab adalah jawabannya kah?
Eh? Tapi…
Tunggu sebentar, meskipun aku terkena melt slash tadi, aku tak akan mati kan?

((Solusi. Tentu saja. Ada kemungkinan terkena serangan telak, tapi juga dimungkinkan untuk langsung beregenerasi))

Lalu mengapa kau panic? Mungkin…itu karena kau ingin menganalisa melt slash kan?

((……))

Oh! Kau masih tak mau menjawab!
Orang ini, sekarang cara menjawabnya sudah meningkat. Jika dibandingkan dengan manusia, orang ini pintar memanipulasi orang
Meskipun dia memiliki ego, aku tak percaya ini
…. Tapi, memang. Itu karena itu adalah sesuatu yang aku memang harapkan. Bisakah aku menahan serangan itu? Bisakah aku juga menggunakannya?
Disaat dia mengerti permintaan dan langsung melakukannya, kah? Kemampuan Raphael ini tak lucuk
Kemampuan ini terlalu hebat untukku

((Tidak. Aku hanya ada untuk master))

Kau langsung menjawabnya
Humph, terima kasih
Sekarang ini, aku akan mengandalkanmu, partner! Tapi…. Aku mohon jangan main rahasia rahasiaan
Didalam thought acceleration, percakapan aku dengan Raphael san ini berakhir
Dan, mengaktifkan Uriel, tangan kiriku memegang pedang Hinata
Kaget, Hinata membuka matanya lebar
Inilah. Di dalam hidupku, ini adalah serangan tercepatku
Menghadapi Hinata

[Kemenangan telak untukku, Hinata]

Jadi, aku mengatakannya, dan aku menggunakan melt slash
Tebasan yang bercahaya
Tebasan yagn tak bisa diikuti dengan mata, pedang Hinata patah, dan serangannya berhenti tepat di depan leher Hinata
Pertarungan ini sudah diputuskan
Hinata berhenti karena kaget tapi

[Ini adalah kekalahanku Rimuru. Kau bisa melakukan sesukamu….]

Jadi dia berguman dan menutup matanya
Pertarungan ini adalah kemenanganku
Kalau begitu
Akhirnya dia patuh denganku, apakah dia mau mendengarkan kata kataku sekarang?
Lalu, para ksatria suci lalu kagum
Lebih tepatnya, aku merasa itu terlalu sepihak saja, aku pikir aku akan menganggapnya tak pernah melihatnya
Merapikan ini semua akan jadi merepotkan, tapi masalahnya akan selesai sesuatu berjalannya waktu

What's your reaction?
Thumbs
100%
Happy
0%
Cool
0%
Sad
0%
Angry
0%
About The Author
rhid