66. kesempatan bertemu

Now Reading
66. kesempatan bertemu

Setelah mengirim kembali Grucius ke Tempest, aku mencoba kembali tapi skillnya tak mau aktif
Apa yang terjadi?
Grucius baru saja menghilang didepanku tadi….
Pertanyaan itu,
<>
Dijawab dengan great sage
Apa?
Aku punya perasaan buruk soal ini
Perasaan akan bencana yang mendekat yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Saam Milim menginvasi, aku tak merasaan niat membunuh darinya, jadi aku tak terlalu khawatir. Tapi kali ini, semua perasaanku mengatakan sebaliknya
Apakah aku jatuh ke perangkap?
Aku mencoba memanggil Ranga dari bayanganku, tapi dia tak merespon
Sepertinya pelindung ini mengisolasiku dari dunia luar
Jadi sepertinya aku tak bisa memanggil bantuan ataupun kabur dari sini
Perasaan ketakutan ini membuatku mempersiapkan sesuatu. Setidaknya aku bisa menggunakan skill ku…
<>
Apa!?
Ini dasarnya semua sihir yang kupakai, bahkan api dan petirku juga disegel
Terlebih lagi, Steel Tread dan skill manipulasinya juga disegel
Jadi aku sepertin ada di lahan perburuan saja, tapi aku yang diburu sekarang!
Mereka membiarkan Grucius pergi agar mereka tak menghadapi kami berdua bersama. Jika aku pergi dulu, mungkin, mereka tak akan menunggu
Kalau begitu, mereka mungkin merasakan aliran sihirku
Apa yang mereka rencanakan?
Aku merasakan niat membunuh yang banyak, dan menunggu lawanku muncul. Aku juga mencoba menghilangkan pelindung ini, tapi aku perlu great sage menganalisanya duli
Bagaimanapun juga, pelindung skala besar ini memerlukan waktu yang lebih banyak untuk dianalisa
Dengan kata lain, aku terdesak sekarang
Ini adalah kali pertama aku merasa seperti ini
Perasaan tak nyaman yang tak pernah kurasakan saat aku ke dunia ini
Ini mungkin saja hasil karena aku menjadi slime, tapi kemungkinannya adalah, mungkin karena kekuatan great sage
Sebelum aku melakukan sesuatu, aku selalu mempertimbangkan kemungkinan suksesnya
Itulah mengapa aku bisa bertarung dengan lawan yang lebih kuat tanpa takut.
Meskipun mereka kuat, aku bisa memprediksikan tindakan mereka
Dengan kata lain, meskipun aku bisa kalah tapi aku tak pernah ragu
Jika aku tak bisa menang, aku tinggal kabur saja. Jika aku tak bisa kabur, setidaknya aku bisa memukulnya sekali
Tapi tak ada hubungannya dengan ini. Disini, tanpa mengetahui kekuatan musuhku, aku tak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi
Bagaimanapun juga, aku merasakan niatan membunuh mereka
Aku tak tahu apa aku bisa menang, dan aku tak bisa kabur. Aku juga tak tahu berapa lawanku
Beberapa manusia mungkin menyiapkan pelindung sebesar ini.
Bagaimanapun juga, Heat Perception hanya mendeteksi 1 orang mendekat, Magic Perseption tidak merespon
Jadi jika aku menjadi slime, aku dasarnya buta
Dengan kata lain, aku kehilangan kemampuan persepsi luar biasaku dan aku tak bisa melihat medan pertarungan secara menyeluruh
Disaat aku tertangkap pelindung, kesempatanku untuk menang menurun banyak
Bagaimanapun juga, melakukan semua ini untuk menyegel kemampuan lawanmu…
Jadi ini mungkin bertarung seperti ini. Terlebih lagi, lawan bahkan tak menyadari kalau mereka sudah terisolasi dari dunia luar
Ini jelasnya adalah pekerjaan pemburu monster professional
Kesempatannya adalah, lebar pelindung ini adalah 4km. jadi ini diluar pandanganku
Ketelitiannya mengerikan
(Siapa yang melakukan ini dan mengapa mereka memburuku?)
Saat aku memikirkan itu,

[Senang bertemu denganmu, haruskan kubilang begitu? Meskipun kau tak akan berumur panjang]

Seseorang muncul dan mengatakan itu padaku
Aku merasakannya, tapi sepertinya aku pernah melihatnya
Perasaan nostalgia saat melihatnya
Dia cantik, rambut hitam bersinarnya sepundak, dengan rambut kanannya yang hampir menutupi matanya
Dia memakai kacamata bundar, yang mendeskripsikan karakternya
Aku pikir apa yang ia pakai itu jadul, karena matanya sepertinya tak terlalu buruk
Dia memakai pakaian hitam yang mudah buat bergerak. bagaimanapun juga, kualitasnya, sepertinya itu digunakan untuk suatu upacara
Tidak rok, dia memakai celanan pendek
Tubuhnya diselimuti jubah, seperti pendeta, tapi bewarna hitam
Meskipun aku pecinta hitam, penampilannya tak cocok dengan warnanya
Matanya, dingin dan kejam, menunjukkan kebijaksanaan yang dalam
Selain tatapan dinginnya, dia hanya bisa dijelaskan sebagai orang yang cantik

[Senang melihatmu, tapi apa kau ada urusan denganku? Namaku Rimuru, bukankah ada kesalah pahaman disini?]

Ini mungkin tak berguna, tapi tak ada salahnya mencoba
Dia jelas mengincarku. Tak mungkin dia membuat kesalahan
Tapi meskipun begitu, aku memilih untuk tak mati karena salah paham

[Tentu saja, tak ada kesalahan disini. Master dari kota monster. Kau tahu, itu mengganggu. Jadi aku memutuskan untuk menghancurkannya. Mengapa jika kau kembali akan membuatku kerepotan. Kau mengerti kan?]

Tanpa keraguan dan Nampak bosan, dia menjelaskannya sendiri
“Ah aku mengerti!” bukan yang bisa kukatakan disini
Tapi bagaimana dia tahu kalau aku yang memerintah Tempest

[Mengapa aku menyebutku monster, dan jadi master kota monster juga? Aku hanya petualang biasa kau tahu? ] [Huh? Apa kau berpura-pura bodoh? Yah itu tak berguna. Aku punya narasumber. Aku tak ingin memberitahumu siapa, tapi tentu saja, aku yakin soal in. ada banyak mata di ibukota. Kau harusnya lebih hati-hati dengan rahasiamu]

Informan kau bilang?
Aku tak tahu itu siapa. Aku harusnya sudah hati-hati bila diikuti dan saat melakukan kontak juga
Aku tak mengerti. Yah, aku mengerti kalau dia ingin membunuhku juga sih
Ini buruk
Dia membawa rapier di pinggangnya
Dia tak memakai armor tapi seperti pakaian biasa
Aku tak merasakan keberadaan orang lain disekitar sini, sepertinya orang yang memasang pelindung ini tak ikut bertarung
Mereka mengirimkan 1 orang saja ke perangkap pasti mati ini?
Atau memang dia ini sekuat itu?
Tapi tak ada waktu memikirkan itu. Tempest mungkin bisa diserang kapanpun juga
Setelah mengirimkan pasukan, itu memerlukan waktu seminggu untuk sampai ke kota
Berapa hari yang diperlukan Grucius untuk perdi dari Farmas ke Ingrasia?
Jika dia berlari tanpa istirahat, itu sekitar 3 hari
Rencananya adalah aku langsung kembali, tapi, saat ini, aku hanya bisa mengutuk kecerobohanku
Apa yang kupahami sekarang aku tak ada waktu untuk bermain-main

[Sepertinya jika aku mengatakan kalau kau salah orang kau tak akan percaya denganku kan?] [Tidak. Karena, aku mendengar kalau master dari kota itu namanya adalah Rimuru] [Ah, jadi begitu…..]

Dia mendapatkanku. Untuk memikirkan dia pernah mendengar namaku

[Bisakah kita mulai sekarang?] [Aku memilih tak melakukannya, tapi bisakah aku dengar namamu?]

Aku berkata padanya, yang mengeluarkan rapiernya
Si cantik itu memiringkan lehernya dan berkata

[Aku belum memberitahuku kah. Aku tak peduli juga, jadinya aku lupa. Kalau begitu sekali lagi. Aku adalah Kapter Batalion Personal Raja, Sakaguchi Hinata adalah namaku. Mungkin hubungan ini akan pendek, dan juga tak mengenakkan]

Dia mengeluarkan rapiernya
7 permata ada di gagang pedang peraknya
Sihir merah menyelimutinya. Pedang sihir sepertinya
Tapi memikirkan kalau dia itu Sakaguchi Hinata…
Aku mendengar kalau dia itu pragmatis super yang tak suka mendengarkan orang lain
Itu sepertinya salah paham. Dia belajar soal diriku, dan semua soal kotaku
Tapi, yang lebih penting
Aku harus berterima kasih padanya karena mengacau ke anak-anak
Aku senang dia berniat bertarung denganku. Aku bisa menghancurkan dia tanpa ampun
Tapi untuk saat ini, jika aku bisa bernegosiasi, aku akan
Jadi sambil mengeluarkan pedangku

[Hinata kau bilang? Tunggu sebentar, aku ingin berbicara denganmu!] [Aku tak tahu apa yang monster ingin katakan padaku, tapi aku tak berencana mendengarkanmu] [Tunggu, kubilang. Kau orang Jepang sama sepertiku kan. Shizu-san menyuruhku untuk mengawasi…..] [Aku mengerti. Kau yang membunuh Shizu-sensei kan. Jadi ini balas dendam. Disamping itu, monster sepertimu adalah orang Jepang? Kau konyol, jangan buat aku tertawa]

Sepertinya dia tak percaya denganku
Benar! Aku memikirkan suatu cara dan,

[Aku sudah memberitahumu: Aku orang Jepang! Aku mati dan reinkarnasi jadi Slime di dunia ini!]

Aku mengatakan dengan bahasa Jepang
Wajahnya jadi kaget

[Sungguh ahli…dimana aku mempelajari kata-kata itu? Tapi ini tak berguna. Kesempatannya sangatlah rendah. Terlebih lagi, orang yang berbicara seperti itu padaku itu tak mungkin ada. Dengan kata lain, tak perlu memikirkan kata-katamu]

Dia menyanggah semua yang kukatakan
Aku pikir dia akan percaya jika tiba-tiba ada monster yang mengatakan bahasa Jepang , tapi…..

[Jadi kau berencana bertarung denganku apapun yang terhadi kah? Yah, kau harus membayar apa yang kau lakukan ke anak-anak! Dan disamping itu, apa kau pikir kau bisa mengalahkanku?]

Aku mengatakan
Meskipun dia adalah penjelajah dunia, aku punya kekuatan setara demon lord
Tak peduli bagaimana kekuatanku dibatasi, aku tak bisa membayangkan kalah dengannya
Itulah yang kupikirkan, tapi….

[Hmmm? Apa yang anak-anak itu katakan? Disamping itu aku kaget. Apa kau berpikir bisa menang dariku di dalam pelindung ini?]

Dia tersenyum takjub dan berbisik sebagai jawabannya
Lalu, sinar 7 warna muncul dari pedangnya
Tusukan kecepatan tinggi. Dan bayangannya cocok dengan warna permatanya?
Aku mencoba menghincarinya, tapi tubuhku terasa berar
Benarkah! Bahkan kemampuan fisikku dibatasi
Karena itu, aku terkena 3 x
Rasa panas terasa di tubuhku. Sakit? Aku merasakan sesuatu yang seharusnya tak kurasakan

[Hmmm? Tak semuanya kena sepertinya. Aku kagum dengan kemampuan menghindarmu. Aku pikir seberapa jauh kau bisa bertahan?]

Tanpa memberiku waktu istirahat, dia melanjutkan serangannya
Aku mencoba menahannya dengan pedangku. Tapi seperti pedangnya itu menembus pedangku, aku terkena lagi
Merasakan bahaya, aku menjauh darinya
Jadi, aku terkena 4x. entah bagaimana, aku merasa kalau aku terkena lagi itu akan berbahaya

[Oh, kau merasakan kekuatakan skillku? Ada banyak orang yang mati konyol tanpa tahu…sepertinya kau lebih terang daripada yang lain]

Dengan anggukan kecil dia memujiku
Itu tak membuatku senang
Skill ini mungkin tak menyalurkan rasa sakit ke syaraf, tapi langsung ke jiwa. Jadi tak mungkin ada cara menahannya
Fakta kalau tak ada luka ditubuhku jadi buktinya
Aku membuat great sage menganalisanya dari pengamatanku. Sepertinya aku akan mati jika terkena 3 serangan lagi
Bukan mati tubuhku tapi jiwaku
Sungguh kemampuan yang imba. Tapi aku tak yakin ini skillnya atau kemampuan pedangnya
Jujur saja, sepertinya aku terlalu meremehkan lawanku.
Sakaguchi Hinata. Dia pastinya memiliki skill unik
Diatas semua itu, fakta kalau kemampuanku dibatasi membuat kerugian besar untukku
Aku berpikir apa aku bisa kabur atau tidak…
Aku tak sadar mundur
Dari apa yang kucoba, Black Flame, Black Lightning dan pelindung tak bisa kupakai
Terlebih lagi karena Cloning, Devil Transformation dan Fire Change menamipulasi sihir, aku tak bisa berubah.
Kemampuan pasti menangku tersegel dan tak ada kesempatan menggunakannya
Bukannya aku tak punya pertahanan juga sih

[Fumu. Apa yang kau rencanakan ya. Itu percuma kau tahu? Monster Rank A terperangkan di pelindung suci tak bisa bertahan lama. Rank C langsung mati. Apa kau mengerti? Pelindung ini sendiri adalah kekuatan sihir. Terlebih lagi, monster kelas tinggi sepertimu akan kehilangan sebagian besar kekuatanmu disini. Ini adalah pelindung monster terkuat gereja. Normalnya, ini digunakan untuk monster ranking A bencana keatas… oh dan jika kau bilang ini tak cukup membunuhmu, aku perlu keluar untuk membunuhmu. Ini berlebihan. Tapi, aku pikir aku perlu berbicara denganmu sedikit. Karena kau membunuh Shizu sensei. Mungkin tak balas dendam, tapi dia ingin aku membunuhmu kan?] [Aku seraca teknis tak membunuh Shizu-san, tapi yang terjadi….] [Itu? Tak penting. Dia satu-satunya orang yang baik padaku di dunia ini. Dan sekarang dia tak ada lagi….]

Bukanlah perasaan yang aku mengerti. Dia berguman dan menatapku
Matanya melihatku sebagai buruannya saja
Setelah mengeluarkan emosi seperti itu, dia berdiri tanpa bergerak
Kepercayaan dirinya muncul dari kemampuannya tadi sepertinya
Dan, jika aku percaya perkataanya, kesempatan menangku disini adalah nol
Jika aku tak menghilangkannya, aku pasti akan kalah
Tapi, dia percaya kalau aku ini pembunuh Shizu-san? Itulah yang tak kumengerti
Karena tapi, perkataanya sepertinya ada yang salah
Tapi tak ada waktunya sekarang
Jika ada, yang perlu kukhawatirkan adalah

[Pelindung ini dibuat oleh ksatria suci. Jadi jangan khawatir. Yang dikirim ke kotamu tak bisa menggunakannya. Tapi, membuat pelindung lemah adalah kurikulum kami, jadi mereka akan menggunakan yang lemah. Setelah itu, kau tak hanya akan kehilangan tempatmu pulang kau tahu? Tapi kau juga tak akan bisa kembali]

Seperti yang kukira, mereka menggunakan suatu pelindung saat menyerang Tempest, teman-temanku dalam bahaya
Mereka adalah lawan yang harus kumusnahkan. Tapi mereka sangatlah merepotkan!
Pilihanku hanya menggunakan kekuatan yang tak menggunakan sihir
Itu – adalah pedang dan skill unik
Pedangnya lebih kuat dari milikku. Kekuatanku juga perlahan menurun – itu benar – tapi dia sepertinya belum menunjukkan kekuatannya sebenarnya
Aku tak ingin percaya itu, tapi merasakan aura yang sama dengan Hakurou saat melihatnya
Yang mana aku harus menggunakan skill unik untuk mengalahkannya
Ini adalah sesuatu yang tak ingin tunjukkan. Aku ragu menggunakannya, tapi aku tak punya pilihan
Pertama-tama, aku menaikkan kemampuanku dengan Fighting Spirit Technique
Lalu, aku mengaktifkan Herculean Stregth
Seperti yang dikira, aku bisa menggunakan skill yang tak memerlukan sihir

[Bukankah ini terlalu cepat jika kau pikir kau menang>]

Aku mempersiapkan pedangku dan coba menyerang
Berkat bimbingan Hakurou, aku jadi semakin ahli berpedang
Mungkin karena kaget, Hinata menjadi bertahan
Tidak…dia hanya berhati-hati
Matanya. Seperti mata koki yang memotong ikan di papan
Tak perlu kaget, dia mengalanisa seranganku dan mencari kelemahannya. Itu bukan harga diri – dia terlihat tak tertarik, seperti dia sedang bekerja saja
Kata-katanya sebelumnya tak berisi harga diri, tapi hanya perkiraan murni
Kata-katanya yang berlebihan itu mungkin benar baginya
Dia tak memandang rendah aku sedikitpun….
Bahkan sekarang, seperti dia mengamatiku saja, dia membuat prediksi. Untuk kecepatan superku dia hanya menahannya dengan sempurna
Perasaan ini seperti dia memiliki great sage juga
Saat dia menerima serangan yang kuperkuat dengan Herculean Stregth aku mengerti
Perbedaan besar diantara kami
Meskipun pedangku mendekati kecepatan suara, dia masih tak terluka
Dia dengan sempurna membaca seranganku
Dan untuk seperti itu, kau haruslah berpengalaman seperti Hakurou
dan saat aku kehilangan keseimbanganku, dia mendaratkan 2 serangan dengan presisi yang mematikan

[Oh? Jadi ini akhirnya? Tapi, yah. Bisa bergerak seperti ini di dalam pelindung ini patut dipuji. Jujur saja, aku meremehkanmu. Tapi sekarang, kau tak bisa menang melawanku. Kau sudah bertahan dengan baik, sampai sekarang. Kau sudah menerima 6 serangan. Kemampuan spesial pedang ini, Dead End Rainbow, akan memberikan kematian ke lawan jika terkena 7x. tak perlu untuk mengajarimu ini, tapi kau tak bisa mati tanpa tahu sebabnya kan?]

Dia berkata.
Dia memang benar. Dan tak membuat kesalahan, ini juga yang kulihat dengan benar
Tapi, meskipun dia menunjukkan kasian, dia masih menakutiku dan memojokkanku untuk berbuat kesalahan
Dia sangatlah cermat. Memang tak ada alasan lain dia memberitahuku soal ini
Meskipun dengan kemampuanku yang tersegel mungkin aku bisa mengatasinya, tapi dia adalah lawan terburuk untukku
Lawan yang tak punya harga diri dan kelemahan. Orang yang menggunakan semuanya untuk menang
Dan, dia terus menganalisa kemampuanku saat bertarung, yang sekarang dia masih yakin kemenangannya, dia masih melanjutkan analisanya
Situasinya tak ada harapan. Aku tak pernah berpikir akan menghadapi situasi semacam ini
Meskipun dengan Milim yang tanpa batas aku hanya bisa memikirkan 2 hal
Bukan kemenanganku tentunya….

[Lalu, aku akan melanjutkan perjuangan sia-sia ini. Aku tak sepatuh itu untuk maju dan mati begitu saja saat diminta!]

Aku menjawab, dan menggunakan sesuatu yang belum kucoba
Ini, adalah pemanggilan roh. Roh berbeda dengan energy sihir
Saat aku tak bisa memanggil roh tanpa membuat kontrak, aku bisa memanggil apa yang ada ditubuhku.
<>
Sepertinya itu berhasil
Aku bisa merubah kemampuan roh, tapi hasilnya adalah bermacam kemampuan sihir, tapi ini bukan waktunya
Alasannya, aku takut itu tak bisa mengalahkannya
Apesnya, dia bukanlah lawan bisa terkena jebakan murahan
Jika aku tak sepenuh tenaga, aku tak bisa menang

[Layani aku, Fire Spirit Ifrit!!!]

Pada panggilanku, Ifrit terbentuk
Hubungan sihir terjalin padaku dan Ifrit, hasilnya adalah energy sihirku mengalir padanya
Jadi, akhirnya energy sihirku bisa berguna
Bagaimanapun juga, ini bukan alasanku memanggilnya
Ifrit mulai menyerang. Jadi, dia tak akan berfokus padaku lagi
Seperti yang kuharapkan, dia sibuk bertarung dengan Ifrit
Jadi, aku bisa memberikan serangan padanya

[Oh? Untuk bisa memanggil roh kelas tinggi, tak disangkan tapi, itu belum cukup untuk mengalahkanku]

Dia mengatakannya didepanku, menahan seranganku
Ifrit adalah roh kelas tinggi
Meskipun dia ada di pelindung suci, roh adalah energy alam dan tak terpengaruh
Karena pelindung ini memiliki kekuatan suci
Meskipun tak begitu, Ifrit, yang melebihi rank A, tak akan mati karena itu
Bagaimanapun juga….
Melihatnya saja, Ifrit menatapku lagi, menunduk. Seperti dia mencoba melawan perintahku

[Kau, apa yang kau lakukan?] [Aku akan menjawabnya jika kau memberitahuku apa yang kau rencanakan?]

Udaranya menegang diantara kami

[Kembali, Ifrit!]

Mendengar panggilanku, Ifrit menghilang dan kembali kedalamku
<>
Mencuri control? Jadi kekuatanku untuk mengambil…..
Sakaguchi Hinata ini adalah monster yang melebihi prediksiku
Aku dibutakan oleh pelindung, dan itulah mengapa aku berpikir ini pertarungan yang sengit, tapi itu salah
Faktanya, pelindung ini membuatku lengah
Apakah aku percaya kalau aku bisa mengalahkannya!
Senyum manis muncul diwajahnya
Sungguh lawan yang menakutkan
Dia masih belum mengeluarkan semuanya – itulah yang kuyakini

[Kau….mencoba mencuri ifrit kan…?] [Oh? Bagaimana kau tahu? Karena kau sudah tahu, aku akan memberitahuku. Kau benar. Itu berkat skill unikku Ursurper]

Skill unik Ursurper dia bilang….
Kemampuan untuk mengambill kekuatan lawan dan roh mereka! Mirip dengan predatorku
Jadi dia bisa melakukan itu tanpa mengalanisanya, jadi itu lebih cocok untuk pertarungan
Aku paham, jadi bertarung dengan World Travelers adalah pertarungan antara skill unik kah…
Aku yakin untuk yang dipanggil, tapi sepertinya world traveler juga memiliki skill unik
Sebenarnya tidak, aku sudah mengira orang kuat di dunia ini memiliki skill unik
Faktanya aku tak memikirkan itu menujukkan ketidak dewasaanku.
Aku mengerti, mengapa Hinata hanya mengawasiku selama ini. Metode bertarung seperti mencatat
Itu menunjukkan seberapa banyak pengalaman bertarungnya
Saat aku tak yakin apa dia lebih kuat dariku, dia menggunakan itu
Aku tak bisa menang tanpa mempertaruhkan keberadaanku disini
Bagaimanapun juga, aku akan mati jika terkena serangan lagi
Dia bahkan bisa mengalahkan kartu asku ifrit, jadi aku punya 1 pilihan lain
Ini bukanlah sesuatu yang ingin kulakukan, tapi aku tak punya pilihan lain
Aku tak mengetahui apa hasilnya nanti, atau bisakah itu menghancurkan pelindung ini…
Tapi aku harus mencobanya

[Hinata, kita memiliki banyak hal untuk dibicarakan, tapi aku tak punya waktu lagi. Maafkan aku, tapi aku harus menyelesaikan ini nanti] [Masih belum menyerah? Yah, tebakanku….istirahatlah dengan tenang. Serangannya yang terakhir berbeda dengan rasa sakit yang kau rasakan sebelumnya]

Dia melihatku sekali lagi,
(Oi, aku serahkan padamu Great Sage!)
<>
Aku menerima serangan terakhirnya

[Matilah! Dead End Rainbow!] [Bangkitlah, Gluttony!!!]

Setelah meneriakkan perintah itu, kesadaranku menjadi gelap
Seperti aku tidur, aku tak sadar lagi

Pada saat yang bersamaan saat rapier menusuk Rimuru, Gluttony aktif
Iblis yang terbangun, melihat rapier yang menusuk di tubuhnya dan mulai berubah
Hinata dengan cepat melihat perubahan Rimuru dan langsung bertahan
Dia merasakan berat di pedangnya
Untuk beberapa alasan, dia memutuskan untuk melepasnya, dia lalu tahu kalau keputusan itu menyelamatkan hidupnya
Cahaya biru muda menyelimuti pedang itu sampai ke gagangnya
Didepan matanya, Rimuru mulai berubah, tapi jatuh tanpa berbentuk
Lalu, karena pelindung ini mencegah manipulasi sihir apapun. Perubahan termasuk itu
Tapi seperti tak peduli – itu bergerak tanpa bentuk
Sambil menelan semuanya yang ia lewati
Bahaya! Hinata rasakan
Itu sulit dipercaya, tapi itu menyerap semuanya
Kalau dia terlambat melepas pedangnya, dia pastinya sudah tertelan
Tapi itu terus menyerang Hinata, bergerak dengan hanya suara, panas dan bau saja
Tak bisa dipercaya. Dia bergumam
Karena pada dasarnya, Dead End Rainbow itu dibuat – untuk menghancurkan jiwa lawan setelah 7 serangan
Tak ada lagi…
Tapi benda ini tak mati, seperti tak punya jiwa
Semenjak dia datang di dunia ini, dia mengetahui 3 lapisan jiwa
Jiwa – sumber kekuatan dari manusia dan monster
Menutupi jiwanya, keberadaan yang terkuat, tubuh astral mereka
Memberikan kekuatan, ke tubuh spiritualnya
Yang memiliki koneksi langsung ke dunia ini, tubuh materialnya
Jiwa adalah keberadaan tersendiri, tak ada benda diluarnya
Keberadaanya memerlukan tubuh astral
Tentu saja, jika itu tergantung tubuh astralnya saja, itu akan menghilang di udara
Jadi media untuk merekam ingatan diperlukan – tubuh spiritual
Bagaimanapun juga, tubuh spiritual seperti ingatan virtual, tak bisa menjadi media permanen
Oleh karena itu perlu tubuh
Jadi untuk jiwa yang terlatih, mereka bahkan bisa bertahan dari kerusakan otak, jadi memulihkan ingatan tertentu jadi dimungkinkan
Dan ada beberapa monster yang hidup dengan jiwanya saja. Tapi itu, lebih lemah dari yang lainnya
Tapi, meskipun itu hanya jiwa, jika itu bisa mendapatkan kepintaran, itu akan disebut monster
Itulah yang dikenal sebagai 4 naga, bentuk tertinggi
Tapi, meskipun itu ras spesial mereka masih memerlukan jiwa. Jadi apa yang terjadi itu melebihi pengetahuannya
Untuk pertama kali, Hinata merasakan bahya
Yang ia pikirkan hanya…
Apakah ini bukan lagi makhluk hidup?
Setidaknya, itu sudah melebihi definisi makhluk hidup di dunia ini
Sekarang didepan matanya, itu terus membentuk sesuatu. Sekarang, itu seperti slime
Tidak, Hinata pikir, karena pada dasarnya itu adalah slime
Tapi yang ada didepannya itu lebih jahat – memakan semua kehidupan didepannya
Itu bukankah sesuatu yang bisa ia kalahkan dengan cepat. Tapi itu bukan berarti itu tak bisa ia kalahkan
Senjatanya, bagaimanapun juga, hancur didepan matanya

[Astral Bind]

Dia mengeluarkan jimat dari tasnya, dan mengaktifkan pelindung lain dengan itu
Itu tak digunakan untuk mengikat tubuhnya, tapi jiwanya
Bagaimapun juga, slime itu terus bergerak
Seperti yang kukira….
Jadi, Hinata menyebut itu sebagai wadah kosong Rimuru
Yang Rimuru panggil terakhir tadi adalah – Gluttony kan?
Mungkin, meskipun jiwanya sudah hancur dia mengaktifkan semacam program untuk mengalahkan lawannya…
Kalau begitu, ini jadi sederhana…
Jika itu tak memiliki jiwa, itu bukanlah lawan. Yang perlu kau lakukan hanya membuat tubuhnya tak bergerak
Tentu saja, dia masih perlu berhati-hati agar tak termakan oleh benda itu

[Oh my. Kau bahkan merepotkan setelah mati…aku benci kau. Tapi, jika aku tak menghapuskan dirimu, aku khawatir kau akan menghancurkan dunia ini….]

Dia berguman sendiri, sambil merencanakan sesuatu
Intinya adalah untuk menghentikan gerakannya. Memutuskan sesuatu, Hinata mulai memanggil roh
Roh 7 warna menyerang Rimuru seperti banjur
Normalnya, dia memanggil iblis, tapi itu mustahil di dalam pelindung suci
Jadi saat dia merasa bersalah untuk para roh, Karena mereka harus maju dan mati
Saat memastikan kalau para roh sudah mengelilingi slime, Hinata mulai mengaktifkan sihir kuat
Berkat kemampuannya Mathematician dia biasanya tak memerlukan aria, tapi kali ini berbeda
Sihir yang bisa dia gunakan di pelingdung ini memerlukan aria dan sihir roh tak memerlukan energy sihir
Sihir yang ia rencanakan akan pakai adalah serangan ultimate berasal dari arsip Sihir Suci
Si atheis Hinata berdoa ke Tuhan
Merasakan ironi ini, Hinata membenci sihir ini. Bagaimanapun juga, kesampingkan dulu pemikirannya, sihir terkuat yang ia ketahui, hanya diajarkan di gereja saja
Tangannya ada didepannya, yang satu mengambar symbol rumit di udara dna yang satunya menggambar semacam geometri
Setelah menyelesaikan sihir yang rumit itu, lingkaran sihir selesai ada di depannya
Kacamata hiasan yang ada diwajahnya jatuh dan,

[Aku berdoa ke surga. Aku meminta, kekuatan suci. Aku memohon, untuk doaku didengar. Untuk semua penciptaaan! Disintregration!!!]

Kekuatan yang cocok dengan Tuhan
Meskipun ini bukan serangan area, karena target serangannya adlah setiap atom dari jiwanya, ini termasuk serangan anti personel yang terkuat
Setelah menyelesaikan arianya, cahaya puth keluar dari tangannya
Cahaya yang membutakan
Kecepatannnya sekitar 300.000 km/d. setara dengan kecepatan cahaya
Skill ini memurnikan lawan dengan energy suci. Jeleknya – ini memerlukan persiapan yang panjang
Ditengah pertarungan sihir, atau duel, ini bukanlah kekuatan yang bisa kau gunakan
Terlebih lagi, ini memerlukan kekuatan yang banyak, dan bisa digunakan hanya 1x sehari
Bagaimanapun juga, tak ada yang bisa bertahan dengan serangan ini
Sekarang, slime jelek ini yang merasakan serangannya, menghilang tanpa sisa
Ini juga skill yang hanya menghilangkan targetnya

[Ini berakhir kah…kau lebih kuat dari yang kukira]

Hinata menghela nafas lega, dan berguman
Menggunakan roh dia menyuruh para ksatria suci mematikan pelindungnya
Dia sebenarnya tak berpikir kalau dia memerlukannya, tapi informanya berkeras agar dia menggunakannya
Jika dia bertarung tanpa itu….
Dia tak memikirkannya lebih jauh. Dia menolak memikirkan kemungkinan yang tak penting
Terlebih lagi….
Dia sibuk memikirkan apa yang slime Rimuru itu katakan.
Anak-anak? Apa yang ia bicarakan?
Ah terserahlah. Memikirkan itu tak akan berguna. Apa yang bisa ia lakukan pada sesuatu yang tak pernah ia dengar?
Setelah mengonfirmasi kalau pelindungnya sudah hilang, Hinata memikirkan masa depan
Apakah dia bisa mengendalikan penuh Tempest jika ia menggunakan pelindung ini?
Pertama-tama pengumpulan informasi dulu
Dia memutuskan untuk mengumpulkan informasi dari tim pemusnahan dulu, jadi dia kembali ke gereja
Sekarang, monster bernama Rimuru sudah terlupakan
Apa itu kuat atau lemah, percuma memikirkan monster yang sudah menghilang
Kesempatan kalau monster itu masih hidup ia lupakan
Rahasia dari kekuatan dan kelemahan terbesarnya, meskipun ia juga tak menyadarinya
Hinata hanya memikirkan Aku perlu pedang baru
Lalu ia pergi

What's your reaction?
Thumbs
0%
Happy
0%
Cool
0%
Sad
0%
Angry
0%
About The Author
rhid