16. Laba-laba Beracun, Taran・Rouge – Tensei shitara Dragon no Tamago datta: Saikyou Igai Mezasanee

Now Reading
16. Laba-laba Beracun, Taran・Rouge – Tensei shitara Dragon no Tamago datta: Saikyou Igai Mezasanee

Setelah benar-benar mengistirahatkan tubuhku seharian, aku sementara ini berjalan di hutan untuk menaikkan levelku. Aku tidak mau berjalan terlalu jauh, karena aku ingin kembali ke desa itu lagi setelah mendapat skill [Art of Manusia Form].

Dan juga, sepertinya aku akan bisa mengucapkan selamat tinggal untuk ahri-hariku berburu monster lemah seperti serigala abu-abu itu. Tapi…itu setelah aku menaikkan levelku ke 40.

Apa disini tidak ada monster lemah yang memiliki EXP tinggi ya?
Aku tahu levelku tidak akan naik dengan mudah kalau aku tidak bertarung dengan musuh yang selevel atau lebih tinggi levelnya dariku, tapi…kalau aku terus membahayakan nyawaku dengan pertarungan seperti itu, aku yakin suatu hari nanti aku bisa mati.

Kalau misalkan kemungkinanku menang melawan naga selevelku adalah 50%, bagaimana kemungkinan menangku melawan monster lain yang melihatku sebagai naga yang mengintimidasi mereka? Sepertinya aku akan lebih punya kesempatan menang.

Di game semacam ini, biasanya.. di awal kita akan diberi pertahanan yang cukup tinggi, tapi tidak punya skill bertarung, maka dari itu, akan ada monster bonus yang kalau kita buru, akan memberikan EXP tinggi dan uang. Bahkan disini, kalau ada monster seperti itu, pastinya akan sangat membantu.

Untuk saat ini, karena ku baru berevolusi dan masih level 1, aku akan memburu monster kecil saja dulu. Aku akan memikirkan itu setelah sedikit menaikkan levelku…tapi, saat aku berusaha bangun, aku tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhku.

Bukan, ini bukan karena kelumpuhan (paralysis)…aku masih bisa sedikit bergerak, aku merasa ada sesuatu yang tidak terlihat yang membalut tubuhku…
Aku coba memeriksa statusku, tapi tidak ada status abnormal juga.

*Gasari, seekor laba-laba besar jatuh dari atas pohon.
Makhluk yang tubuhnya berwarna merak mencolok itu, memiliki ukuran yang besarnya sama denganku. Dia menunjukkan 2 taring tajam merahnya, dengan lidah merah keungu-unguannya yang panjang di tengah-tengah.

Tidak mungkin, dia bukan laba-laba yang kukenal.

Namun, setelah tahu itu, aku menduga bahwa yang membuatku tidak bisa bergerak adalah karena aku terbalut oleh benang laba-labanya.
Saat aku coba memfokuskan mataku, aku samar-samar bisa melihat benang putih tipis.

Pertama-tama, aku akan coba memeriksa statusnya.

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Ras : Taran Rouge
Status: Normal
Lvl: 17/30
HP: 78/78
MP: 59/65
Serangan: 88
Pertahanan : 54
Sihir: 74
Kecepatan: 75
Peringkat: D

Skill Karakteristik:
[Stealth: Lvl4] [Benang Racun: Lvl2] [Pemulihan HP Otomatis: Lvl1]

Skill Resistansi:
[Resistansi Racun: Lvl3]

Skill Normal:
[Menggigit: Lvl3] [Benang Laba-laba: Lvl4] [Lidah PelumpuhLidah Pelumpuh: Lvl2] [Cairan Racun: Lvl2]

Skill Title:
[Pembunuh di Hutan (Assasin of Forest): Lvl4] [Ketahanan (Tenacity): Lvl3] ‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐

Sial, dia lebih kuat dariku.

Meskipun tidak masalah kalau levelku ter’reset’ saat aku berevolusi, tapi sayangnya statusku juga ikut turun. Aku biasanya akan menaikkan level dengan memburu monster-monster lemah dulu…yah, itu rencanaku tadi, aku tidak menyangka akan tertangkap oleh monster peringkat D secepat ini.

Aku sudah meremehkan hutan ini.

Levelku masih sedikit kurang untuk bersaing melawan laba-laba ini.
Maksudku, serangan laba-laba ini saja sudah di atasku.
Kakinya juga lebih cepat dariku.

Aku ceroboh, tadinya kupikir akan bisa lari setelah memeriksa statusnya, tapi…
Kalau begini, tidak akan ada gunanya meskipun aku menyerang duluan.

Saat aku berevolusi selanjutnya, aku akan pastikan untuk menyiksa seekor cacing hitam dan membuatnya memanggil teman-temannya secepatnya.
Itu mungkin adalah cara terbaik untuk naik level saat masih level rendah.
Mungkin ini cara yang sedikit menyedihkan, tapi…ini bisa menyelamatkan nyawaku.

Taran Rouge itu menyeruput dan menjilat bibirnya. Aku tersinggung dengan singkap menggodanya yang tidak berguna itu. Dia meneteskan cairan hijau pekat dari mulutnya.

Ini bahaya, dia akan memakanku.
Kalau dia memakanku, tamat sudah semuanya.
Pertama-tama, aku harus coba melepaskan diri dari belitan benangnya ini.

Kalau terus begini, aku bisa dimakan hidup-hidup tanpa perlawanan.

Apa..apa..apa..skill apa yang bisa membantuku keluar dari masalah ini?!
Apa tidak ada skill yang bisa kugunakan untuk terlepas dari ikatan atau sejenisnya…eh tunggu..ada kan?

Kalau aku menyemburkan udara panas dengan [Nafas Bayi], benang ini harusnya akan terbakar.
Meskipun tubuhku akan ikut terbakar, aku masih bisa menahannya.
Setelah aku membakar benangnya, aku harus lari..atau sekalian mengalahkannya?…Kalau mengalahkannya, mungkin sedikit berlebihan.

Tapi, kita tidak akan tahu sebelum dicoba kan?
Menurut perhituganku saat ini, aku akan kesulitan untuk lari darinya, apalagi mengalahkannya. Kecepatannya lebih tinggi dariku. Aku harus benar-benar waspada disini, kalau salah satu langsah saja, dia mungkin akan memutuskan untuk memakanku hidup-hidup.

Aku menatapnya dan selalu memperhatikan gerak-geriknya.
Saat ada kesempatan, aku berusaha melepaskan diri.

“Guooooooo!”

Sambil berteriak, aku mengayunkan tanganku sekuat mungkin.
Mengangkat kakiku, Cakarku hanya merobek angin.

Kalau rencana ini gagal, dia akan segera membunuhku.
Saat dia memutuskan untuk memakanku, yang paling bisa aku lakukan adalah memukul kepalanya sekuat tenaga sebelum aku mati. Tapi..kalau Taran Rouge itu hanya memutuskan untuk memperhatikan saja, ada kemungkinan aku masih bisa lepas.

Meskipun aku tidak bisa membaca ekspresi laba-laba sama sekali, aku merasa bahwa Taran Rouge sempat tertawa. Seakan-akan dia meledek usahaku kerasku ini.
Apa ini masih kurang? Haruskah aku menyemburkan [Nafas Bayi] mulai sekarang?

Dan kemudian, Taran Rouge itu memutar tubuhnya dan mengarahkan ujung bokongnya kesini.

Melihat itu, aku merasa sedikit lega, karena dia tidak memutuskan untuk membunuhku.
Aku menang taruhannya.

Tiba-tiba, dari bokongnya itu, dia menembakkan banyak benang.
Aku masih bisa terima kalau hanya seukuran laba-laba normal, tapi, ukuran laba-laba ini 2 meter! Terlebih, sepertinya ini benang yang sama seperti yang membalut tubuhku sebelumnya.
Uwaaa, hentikan! Hentikan!

Mungkin, dari sudut pandang laba-laba itu, daripada menggigitku yang sedang memberontak ini, lebih baik untuk menahanku dengan benangnya saja. Menunjukkan punggung ke arah lawan itu sama saja dengan menyerahkan nyawa! Terlebih dia menembakkan sesuatu yang mudah terbakar seperti itu, seakan mengatakan ‘ tolong bakar ini’.

Akupun membuka mulutku lebar-lebar dan menyembur ke arah benang itu.
Hoi, [Nafas Bayi]. Udara panas yang keluarpun bertabrakan dengan benangnya, mengubah warna putihnya menjadi merah api karena terbakar.

Api itu mengikuti membakar benang itu sampai menuju ke bokong laba-laba itu.
Dengan sedikit jeda, tubuhnay diselimuti udara panas.

“Eaa!?”

Dia mengeluarkan suara jeritan yang sulit dijelaskan, Taran Rouge itu diselimuti oleh api dengan tetap mengarahkan bokongnya padaku, lalu…dia jatuh di tempat.

Ah!
Meskipun aku tahu apa yang terjadi, aku masih saja terika Ah!
Meskipun aku berhasil melumpuhkan benangnya, kalau tidak hati-hati, bisa-bisa aku yang mati!
Ah, karena benangnya menyelimutiku dari kepala sampai kaki, api yang masih merambatpun akhirnya sampai kepadaku dan menyelimuti tubuhku juga, Ah!
Apa tidak ad acara lain?! Aku ini bukan orang bodoh! Ah!

[Skill Resistansi [Resistansi Atribut Api : Lvl1] didapatkan]

Ah…aku merasa sedikit lebih baik.

Huh, tenyata, api lebih efektif dari yang kuduga. Berkat benang itu, apinya bisa sampai menjalar ke dalam tubuhnya.

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Ras: Taran Rouge
Status: Terbakar
Lvl: 17/30
HP: 62/78
MP: 56/65
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐

Aah…damagenya hanya 16…
Padahal aku yakin dia akan menerima damage yang lebih besar dari itu…apa ini karena perbedaan level antara kami?

Yah, apa boleh buat.
Awalnya juga aku sudah menyerah dan tidak berpikir untuk mengalahkannya.
Meksipun masih belum mengerti situasinya dengan baik, aku harus melakukan serangan selanjutnya.

Aku melompat ke arah belakang Taran Rouge yang masih kaku, dan mencungkil tubuhnya sekuat tenaga dengan [Cakar Racun Pelumpuh].
Jangan pernah meremehkan Naga, ORAaaaaaaa!

Gaji! Gari!

“aAaa!”

Cairan tubuhnya mulai keluar dari tubuhnya yang gosong terbakar itu.
Selanjutnya, aku mulai menancapkan taringku berkali-kali ke dalam lukanya itu.

“Ebe!”

Ushi, periksa status!

‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐
Ras: Taran Rouge
Status: Terbakar, lumpuh (kecil), mengamuk
Lvl: 17/30
HP: 42/78
MP: 56/65
‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐‐

Berapa status abnormal yang dia punya…

Meskipun bagus karena aku bisa mengakibatkan dia mengalami kelumpuhan kecil, tapi apa perlu sampai mengamuk? Meskipun aku sudah melakukan serangan sebanyak ini, tapi tetap belum bisa mengurangi setengah dari HP nya.

Dia memiliki [Pemulih HP otomatis] karena dia seekor laba-laba, tidak ada pilihan lain selain kabur. Dia bisa memulihkan HPnya selagi aku menguranginya…kalau terus begini, keadaanku yang akan berada dalam bahaya.

Skillnya itu benar-benar kelihatan sangat berguna, aku juga menginginkannya.
Tapi, aku tidak mau terbakar seperti itu. Caraku memulihkan HP hanyalah dengan beristirahat dan tidur, dan kalau lukanya parah, aku hanya bisa beristirahat seharian itu. Kau harus minta maaf padaku, laba-laba.

Berharap kelumpuhannya itu akan bertahan sedikit lebih lama, akupun lari dengan melompat dan menginjak Taran Rouge itu.

What's your reaction?
Thumbs
0%
Happy
0%
Cool
0%
Sad
0%
Angry
0%
About The Author
rhid